puisi tentang lingkungan sekolah
Puisi Tentang Lingkungan Sekolah: Merajut Kata, Menjaga Alam Belajar
1. Taman Belakang Sekolah: Simfoni Hijau di Balik Buku
Di balik dinding kelas yang sunyi, terbentang taman belakang penuh kerinduan. Bukan sekadar lahan terbuka tanpa tuan, Melainkan oasis, tempat jiwa berlabuh.
Rumput berbisik lirih di telapak kaki,
Mengundang langkah menjauh dari hirarki.
Pohon-pohon tua, saksi bisu zaman,
Menyimpan cerita dalam setiap dedaunan.
Bunga-bunga mekar, warna-warni ceria,
Menyambut mentari dengan senyum bahagia.
Kupu-kupu menari, lincah tak terkendali,
Menyebarkan serbuk kehidupan, tanpa henti.
Suara gemericik air dari pancuran kecil,
Menghapus penat, menyegarkan akal.
Burung-burung berkicau, nada-nada riang,
Menemani sunyi, mengisi kekosongan.
Taman belakang sekolah, bukan sekadar hiasan,
Melainkan sumber inspirasi, tanpa batasan.
Di sanalah ide-ide segar bermunculan,
Menyuburkan imajinasi, tanpa keraguan.
SEO Kata Kunci: Taman Sekolah, Puisi Alam, Inspirasi Sekolah, Lingkungan Belajar
2. Sampah Plastik: Musuh Senyap di Pelataran Ilmu
Di setiap sudut, tersembunyi ancaman,
Sampah plastik, musuh senyap di pelataran.
Botol bekas, bungkus makanan bertebaran,
Mencemari lingkungan, tanpa ampun kasihan.
Dulu, halaman sekolah indah dan bersih,
Kini, dipenuhi sampah, membuat hati perih.
Plastik bertebaran, tak terkendali lagi,
Mengancam ekosistem, merusak harmoni.
Angin bertiup, membawa sampah terbang,
Menyebar ke mana-mana, tak bisa dibilang.
Selokan tersumbat, air meluap banjir,
Akibat sampah plastik, yang tak terhindar.
Masa depan suram, jika dibiarkan terus,
Sampah plastik menumpuk, tanpa ampun terus-menerus.
Generasi mendatang, akan menanggung beban,
Akibat kelalaian kita, yang tak bertanggung jawab.
Mari bersatu padu, lawan sampah plastik,
Kurangi penggunaan, daur ulang dengan baik.
Jaga kebersihan sekolah, demi masa depan,
Bebaskan lingkungan dari sampah, tanpa keraguan.
SEO Kata Kunci: Sampah Plastik, Polusi Sekolah, Puisi Lingkungan, Daur Ulang
3. Pohon Pelindung: Sahabat Setia di Halaman Depan
Di halaman depan, berdiri kokoh dan tegak,
Pohon pelindung, sahabat setia yang bijak.
Rantingnya menjulang, daunnya rindang lebat,
Memberikan keteduhan, di bawah terik hebat.
Akarnya mencengkeram bumi dengan kuat,
Menahan erosi, menjaga tanah tetap padat.
Batangnya besar, kokoh dan perkasa,
Melindungi dari panas, dan badai yang menerpa.
Daunnya berdesir, ditiup angin sepoi,
Menyebarkan kesejukan, tanpa mengenal koi.
Burung-burung bersarang, di antara dahan,
Membangun rumah tangga, dengan penuh kebahagiaan.
Pohon pelindung, bukan sekadar tanaman,
Melainkan simbol kehidupan, yang tak ternilai harganya.
Menyediakan oksigen, menyerap karbon dioksida,
Menjaga keseimbangan alam, dengan penuh dedikasi.
Mari kita rawat, pohon pelindung ini,
Agar tetap tumbuh subur, dan lestari.
Jaga kebersihan, siram dengan air bersih,
Agar halaman sekolah, tetap hijau dan asri.
SEO Kata Kunci: Pohon Sekolah, Puisi Alam, Penghijauan Sekolah, Lingkungan Sehat
4. Kebun Sekolah: Laboratorium Alam Terbuka
Di sudut sekolah, terhampar kebun indah,
Laboratorium alam terbuka, tempat belajar berkah.
Berbagai tanaman tumbuh subur dan lebat,
Menyediakan sumber pengetahuan, tanpa batas.
Sayur-mayur segar, buah-buahan ranum,
Menyediakan nutrisi, bagi tubuh yang belum.
Bunga-bunga mekar, warna-warni mempesona,
Menambah keindahan, dan kesegaran suasana.
Siswa belajar bercocok tanam dengan tekun,
Menanam bibit, menyiram dengan sabun.
Merawat tanaman, dengan penuh kasih sayang,
Belajar menghargai alam, dan lingkungannya.
Kebun sekolah, bukan sekadar tempat menanam,
Melainkan sarana pendidikan, yang sangat dalam.
Belajar tentang botani, ekologi, dan pertanian,
Menumbuhkan rasa cinta, pada alam dan lingkungan.
Mari kita manfaatkan, kebun sekolah ini,
Sebagai sumber belajar, yang tak ternilai harganya.
Jaga kebersihan, rawat dengan sepenuh hati,
Agar kebun sekolah, tetap hijau dan lestari.
SEO Kata Kunci: Kebun Sekolah, Puisi Pendidikan, Pertanian Sekolah, Laboratorium Alam
5. Air Bersih: Sumber Kehidupan di Sekolah Kami
Air bersih mengalir, jernih dan segar,
Sumber kehidupan, di sekolah kita yang megah.
Keran terbuka, membasahi tangan yang kotor,
Menjaga kebersihan, agar terhindar dari kotor.
Toilet bersih, air mengalir tanpa henti,
Menjaga kebersihan, dan kesehatan diri.
Wastafel terawat, air mengalir lancar,
Mencuci tangan, sebelum dan sesudah belajar.
Namun, seringkali kita lupa menghargai,
Air bersih yang melimpah, di sekolah ini.
Keran dibiarkan terbuka, air terbuang percuma,
Memboroskan sumber daya, yang tak ternilai harganya.
Mari kita hemat air, di sekolah kita,
Tutup keran rapat, setelah digunakan.
Perbaiki kebocoran, agar air tidak terbuang,
Jaga kebersihan sumber air, agar tetap terjaga.
Air bersih adalah anugerah, yang harus dijaga,
Jangan sampai kita kehabisan, karena kelalaian kita.
Hemat air, selamatkan bumi, demi masa depan,
Air bersih, sumber kehidupan, tanpa keraguan.
SEO Kata Kunci: Air Bersih, Puisi Lingkungan, Hemat Air, Sanitasi Sekolah
6. Dinding Sekolah: Kanvas Kreativitas Tanpa Batas
Dinding sekolah, bukan sekadar pembatas ruang,
Melainkan kanvas kreativitas, yang tak tertuang.
Lukisan mural, menghiasi dinding yang polos,
Menyampaikan pesan, dengan bahasa yang halus.
Gambar-gambar indah, warna-warni ceria,
Menambah semangat, dan keindahan suasana.
Kata-kata motivasi, terpampang dengan jelas,
Membangkitkan semangat, dan cita-cita yang ikhlas.
Siswa berkreasi, menuangkan ide-ide,
Melalui lukisan, dan gambar-gambar yang berbeda.
Dinding sekolah menjadi galeri seni,
Menampilkan bakat, dan kreativitas yang tinggi.
Namun, seringkali dinding sekolah dicorat-coret,
Dengan tulisan-tulisan vandalisme, yang tidak senonoh.
Merusak keindahan, dan kebersihan lingkungan,
Menodai kreativitas, dan semangat kebersamaan.
Mari kita jaga, keindahan dinding sekolah,
Jangan dicorat-coret, dengan tulisan yang sampah.
Hargai kreativitas, dan seni yang terpajang,
Agar dinding sekolah, tetap indah dan membanggang.
SEO Kata Kunci: Dinding Sekolah, Puisi Seni, Mural Sekolah, Kreativitas Siswa

